Desain grafis merupakan salah satu profesi yang masih sering gagal dipahami. Walaupun kini sudah mulai menjadi jenis profesi yang umum, nyatanya bukan jadi jaminan orang akan memahaminya dengan lebih baik.

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu ketika mendengar kata desain grafis? Visual yang warna-warni? Gambar yang menarik? Atau konten di media sosial yang memanjakan mata? Semuanya benar. Sebab mereka yang membuatnya.
Menurut American Institute of Graphic Design yang dikutip laman Rasmussen University, profesi ini adalah gabungan dari seni merencanakan dan memproyeksikan ide sehingga muncul pengalaman yang mengesankan ketika melihat visual tersebut. Lebih singkatnya, ini adalah pekerjaan menghasilkan grafis yang memiliki pesan tertentu.
Biasanya perusahaan menggunakan konsep visual untuk memudahkan mereka untuk promosi dan menjual produk lewat iklan dan menyampaikan informasi yang kompleks dalam format yang lebih mudah dipahami untuk mengembangkan identitas brand dan sejenisnya.
Bagi perusahaan, kehadiran mereka sangat berguna untuk tujuan komersial, tapi dalam kacamata desainer, karya yang dibuat bisa berupa wadah untuk menyalurkan emosi dan ekspresi.

Melansir dari laman Many Pixels, berikut ini adalah macam-macam tugas dari desainer grafis:
Tampilan merek sama pentingnya dengan ide di dalamnya. Jika ini dilakukan tanpa menimbang soal identitas, nilai, dan proporsinya, tentunya penjualan tidak akan bisa dilakukan dengan baik karena tidak menyasar ke target pasar.
Untuk mengkomunikasikan merek dagang dengan baik, berikut ini beberapa komponen yang harus dibuat oleh desainer grafis:
Meskipun desainer tidak bertanggung jawab atas tulisan yang ada di dalam iklan, tapi mereka harus mengerti cara menggabungkan pesan teks yang ada di dalamnya secara visual agar bisa memberikan dampak yang maksimal.
Ini adalah beberapa contoh proyek soal iklan yang paling umum:

Merupakan salah satu bagian yang paling kompleks dalam pekerjaan ini sebab melibatkan dua hal: User Experience dan User Interface untuk membuat interaksi pengunjung menjadi lebih maksimal dalam situs tersebut.
Beberapa hal yang termasuk di dalamnya adalah:
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa 72% orang di Amerika Serikat mengatakan, kemasan bisa memengaruhi mereka untuk membeli suatu produk. Untuk bisa membuat bentuk pembungkus yang baik, ada beberapa hal yang harus dipikirkan seperti bahan, konteks, dan pemilihan produksi.
Hal ini merupakan bidang yang sangat spesifik dan lebih rinci, jika mengatakan dalam konteks desain grafis. Tidak semua desainer mengambil fokus ini, tapi banyak juga yang mampu membuat hasil yang begitu menarik.
Desainer yang baik tentu akan memikirkan hasil visual sangat detail, bahkan sampai ke jenis huruf yang digunakan. Karena dengan bentuknya berbeda, akan menyampaikan kesan dan pesan yang beda juga.

Menurut Coursera, ini adalah beberapa hal yang masuk ke dalam jenis skill yang harus dimiliki oleh desainer grafis:

Biasanya ada beberapa jenis kesalahan yang biasanya dibuat oleh para desainer grafis, khususnya yang pemula. Jika kamu ingin masuk ke dunia ini, berikut adalah contohnya yang kami kutip dari laman IDN Times:
Ternyata cukup beragam juga ya jenis kesalahan yang biasanya dilakukan para desainer, khususnya bagi pemula yang baru terjun ke dalam bidang ini. Hal tersebut bisa dilatih asalkan belajar di tempat yang tepat.
Salah satunya adalah LPK GeTI Inkubator, lembaga pelatihan dalam naungan ExportHub.id (milik PT Usaha Dagang Indonesia) ini menyediakan banyak kelas desainer yang bisa kamu akses dengan mudah, lho. Dengan pembelajaran yang dirancang khusus serta instruktur kompeten yang ahli di bidangnya, dapat dipastikan mampu mengembangkan kemampuan desain grafismu.
Daftar sekarang juga dengan klik gambar di bawah!
