
Fenomena viralitas di media sosial sering kali terjadi ketika sebuah tren atau konten menarik perhatian banyak orang dalam waktu singkat.
Salah satu tren terbaru yang menjadi viral adalah mengubah foto menjadi ilustrasi bergaya Studio Ghibli menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dari ChatGPT.
Tren ini dikenal dengan istilah “Ghiblifikasi” dan telah menarik perhatian luas di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, X (dulu Twitter), dan TikTok.
Dikutip dari Ikabari.com, studio Ghibli, rumah produksi animasi asal Jepang, terkenal dengan estetika visualnya yang unik, seperti warna pastel lembut, pencahayaan hangat, dan suasana magis yang sering membawa nostalgia.
Tren ini memungkinkan pengguna untuk mengubah foto pribadi, keluarga, atau bahkan gambar ikonik menjadi karya seni bergaya Ghibli hanya dengan memberikan instruksi melalui fitur AI di ChatGPT.
Teknologi ini memanfaatkan model GPT-4o yang mampu menghasilkan gambar berdasarkan deskripsi pengguna dengan detail tinggi dan gaya khas Studio Ghibli.
Popularitas tren tersebut meningkat pesat setelah banyak pengguna media sosial membagikan hasil edit mereka, termasuk meme dan potret keluarga.
Hashtag #Ghibli bahkan masuk dalam daftar trending topik di platform X, menunjukkan tingginya minat terhadap tren tersebut.
Kehebohan ini juga menyebabkan server OpenAI mengalami gangguan sementara akibat lonjakan permintaan pengguna yang ingin mencoba fitur tersebut.
Namun, tren ini tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak mengkritik penggunaan teknologi AI untuk mengedit gambar karena dianggap dapat menimbulkan masalah etika terkait hak cipta dan privasi.
Meski demikian, fenomena tersebut menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk menghasilkan karya seni yang kreatif sekaligus memperluas batasan ekspresi visual di era digital.
Bagi kamu yang penasaran dan ingin mencobanya, simak berikut cara bikin foto anime Ghibli via ChatGPT yang mudah dan praktis!
Berikut adalah langkah singkat untuk mengubah foto biasa menjadi animasi bergaya Studio Ghibli menggunakan ChatGPT:
ChatGPT bukan hanya sekadar alat untuk menciptakan ilustrasi bergaya Studio Ghibli, tetapi juga berfungsi sebagai asisten bisnis yang sangat efektif. Dengan teknologi kecerdasan buatan yang canggih, ChatGPT dapat membantu perusahaan dalam berbagai aspek operasional, meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Salah satu penggunaan utama ChatGPT dalam bisnis adalah sebagai asisten virtual untuk layanan pelanggan. ChatGPT mampu memberikan respons cepat dan akurat terhadap pertanyaan pelanggan, yang meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Dengan kemampuan beroperasi 24/7, ChatGPT memastikan bahwa pelanggan mendapatkan bantuan kapan saja mereka membutuhkannya.
ChatGPT juga dapat mengotomatisasi berbagai tugas rutin, seperti menjawab email, mengatur jadwal, dan memberikan informasi produk. Hal ini memungkinkan karyawan untuk fokus pada tugas-tugas strategis yang lebih penting, sehingga meningkatkan produktivitas keseluruhan.
Dengan kemampuannya dalam memproses dan menganalisis data besar, ChatGPT dapat memberikan wawasan berharga bagi manajemen. Ini membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data, memberikan keunggulan kompetitif di pasar.
Dalam era digital, konten berkualitas sangat penting. ChatGPT dapat membantu bisnis dalam menghasilkan artikel, deskripsi produk, dan konten pemasaran lainnya dengan cepat dan efisien tanpa mengorbankan kualitas.
ChatGPT dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam sistem dan platform yang sudah ada dalam bisnis kamu, seperti website atau aplikasi. Ini memudahkan implementasi dan memaksimalkan manfaat yang diperoleh dari teknologi ini.
Dengan berbagai fitur dan manfaat tersebut, jelas bahwa ChatGPT memiliki potensi besar tidak hanya dalam dunia seni tetapi juga dalam mendukung kesuksesan bisnis di era digital saat ini.
Integrasi animasi bergaya Studio Ghibli dalam bisnis menawarkan cara inovatif untuk menarik perhatian konsumen melalui konten yang emosional dan artistik.
Teknologi AI seperti ChatGPT memungkinkan perusahaan untuk menciptakan iklan yang menawan dan meningkatkan daya tarik produk.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan AI dalam industri kreatif juga menimbulkan tantangan etis dan profesional yang harus diperhatikan. Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan potensi besar untuk memperkaya pengalaman visual dalam pemasaran.
Mengadopsi teknologi AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi perusahaan yang ingin tetap relevan dan berkembang di era digital. Jika bisnis Eksporior belum menerapkan AI, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai.
Selain AI, agar bisnis di era digital kian berkembang, jangan lupakan juga keterampilan pendukung lainnya, seperti digital marketing, penjualan daring, bahkan konten kreator.
Kalau Eksporior belum menguasainya, maka bisa banget untuk ikut pelatihan sampai sertifikasinya di GeTI Incubator, yang notabene bagian dari ExportHub.id (milik PT Usaha Dagang Indonesia).
Butuh informasi lebih lanjut tentang pelatihan dan sertifikasi kompetensi di GeTI Incubator? Klik banner di bawah!