Tangerang, 16 April 2026 – Ekspor kunyit Indonesia pada April 2026 menunjukkan tren peningkatan seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk herbal dan bahan alami. Komoditas ini menjadi bagian penting dalam ekspor rempah nonmigas yang terus berkembang di pasar internasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produk pertanian dan perkebunan, termasuk rempah seperti kunyit, masih berkontribusi dalam struktur ekspor nasional. Permintaan terhadap kunyit relatif stabil dan cenderung meningkat, terutama untuk kebutuhan industri pangan dan kesehatan.
Secara global, Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan bahwa kunyit merupakan salah satu komoditas herbal yang banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik. World Bank juga mencatat bahwa negara tropis memiliki peluang besar dalam ekspor produk berbasis tanaman herbal, seiring meningkatnya tren konsumsi alami di berbagai negara.
Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya aktivitas petani dan pelaku usaha di sektor rempah, khususnya kunyit. Komoditas ini membantu menjaga pendapatan petani serta membuka peluang usaha di bidang pengolahan dan distribusi produk herbal.
Pemerintah Indonesia mendorong peningkatan ekspor kunyit melalui program hilirisasi, peningkatan kualitas produk, serta penguatan rantai pasok. Upaya ini bertujuan meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk di pasar global.
Ke depan, ekspor kunyit diperkirakan akan terus meningkat seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk herbal dan berbasis alami, serta dukungan inovasi dalam pengolahan dan pemasaran produk Indonesia di berbagai negara tujuan ekspor.

