
Di Indonesia, ada sebuah tradisi kerajinan yang dalam pelaksanaannya membutuhkan keterampilan dan kesabaran tinggi. Setiap prosesnya harus dilalui dengan rinci, mulai dari pemilihan bahan baku sampai penyusunan pola hias. Dan, proses yang dimaksud ini adalah pembuatan kain songket.
Inilah kain luar biasa dengan segala keindahan dan budayanya. Sebuah kain yang mula-mula dikenal dan dibuat sekitar abad ke-16 dan ke-17 di Kerajaan Pagaruyung, demikian dikutip dari Kumparan.com.
Jika merujuk peta saat ini, kerajaan tersebut berkuasa atas tanah Sumatra Barat, pesisir Sumatra Utara, dan Riau. Adapun dalam penggunaannya, kain songket saat itu tergolong pakaian raja, keluarga kerajaan, atau orang-orang elit.
Memang, menggunakan kain songket sangatlah bergengsi. Sebab, dalam sejarah pembuatannya, kain tersebut juga terdiri dari benang emas, sehingga meningkatkan kemewahannya. Songket semakin mewah karena kain yang dipilih harus terbuat dari benang sutra, emas, atau perak.
Seiring perjalanan waktu, kain songket tidak hanya dikenakan oleh raja, keluarga raja, dan para elit kerajaan. Akan tetapi, menjadi milik masyarakat. Hal ini yang kemudian membuat songket kian lekat dengan adat masyarakat, khususnya di Sumatra Barat atau Minangkabau.
Buktinya, kain tersebut menjadi bagian dalam prosesi upacara adat pada tingkat tinggi. Contohnya, mulai dari upacara Batagak Pangulu (Pengangkatan Pemimpin Adat) sampai prosesi pernikahan.
Sejatinya, pemakaian kain songket adalah kebanggaan. Sebab, kain tersebut menunjukkan kemuliaan derajat, juga martabat, para pemakainya. Karena amat mengakar dengan budaya, kain songket pun memiliki banyak macam.
Merujuk Kamus Istilah Tarian Melayu karya Irwan P Ratu Bangsawan yang dinukil dari Detik.com, setidaknya ada 11 jenis kain songket. Setiap jenis dibedakan berdasarkan benangnya. Antara lain:
Bukan belakangan ini saja kain songket menembus pasar global. Hal ini perlu disampaikan karena peredaran kain tersebut di pasar internasional sudah berlangsung sejak lama.
Bahkan, kini ada beberapa kain yang seakan-akan menjadi langganan pasar global. Nah, kalau Eksporior mau tahu lebih lanjut lagi, simak baik-baik, ya!
Kain yang satu ini berasal dari Sumatra Barat. Keindahan dalam setiap sentuhan jenis songket ini terletak pada motifnya yang dikenal rumit karena mengangkat tema alam, seperti burung, bunga, dan hewan-hewan lain.
Motif tersebut semakin maksimal mengeluarkan keindahan karena dibalut dengan benang emas atau perak. Jika digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, songket Minangkabau dipakai saat upacara adat atau pernikahan.
Yup, untuk jenis yang satu ini memang berasal dari Sumatra Selatan. Pembeda songket Palembang dengan lainnya adalah motif yang lebih padat karena ada benang emas yang tebal. Dari sisi warna, jenis songket ini lebih menggunakan warna cerah.
Tidak jauh beda dengan songket Minangkabau, songket Palembang hanya digunakan oleh bangsawan dan upacara resmi.
Dalam proses pembuatannya, songket Bali ini memadukan motif dengan unsur kesenian. Dari sisi warna, juga menggunakan warna cerah dan didominasi warna emas, merah, serta hitam.
Di kehidupan masyarakat, kain songket Bali lebih sering digunakan saat upacara adat dan ritual keagamaan.
Tidak hanya di Sumatra dan Bali, di Kalimantan juga ada kain songket, lebih tepatnya adalah songket Sambas dari Kalimantan Barat. Tema yang kerap diangkat menjadi motif untuk kain ini adalah keindahan alam, termasuk tumbuhan lokal.
Terakhir, Eksporior, kain songket yang sudah menembus pasar global adalah songket Silungkang, yang berasal dari Sumatra Barat. Yang menjadi ciri khas kain ini adalah motif geometris yang terinspirasi dari alam.
Berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya, songket ini lebih menggunakan warna lembut, tapi tetap dihias dengan benang emas atau perak.
Nah, Eksporior, itulah jenis-jenis songket Indonesia yang berhasil tembus pasar internasional. Soal harga? Tentunya bernilai tinggi. Adapun penentuan harga biasanya berdasarkan motif, bahan baku, sampai kelangkaan kain.
Terus ekspornya ke mana saja? Dirangkum dari berbagai sumber, kain kebanggaan Nusantara ini sudah dipasarkan sampai Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, beberapa negara Eropa, dan negara-negara lain di Asia.
Nah, kalau kamu punya kain songket juga dan mau ekspor, tapi masih bingung caranya, silakan ikut Digiexport, persembahan AeXI yang merupakan bagian dari ekosistem ExportHub.id (milik PT Usaha Dagang Indonesia).
Digiexport ini adalah program yang bisa mengakselerasi produk kamu ke pasar internasional dan tentunya nggak bikin kamu ribet! Soalnya, dengan berlangganan Rp1,5 juta per tahun, kamu sudah dapat fasilitas super premium!
Tidak hanya songket saja, produk UKM lain juga bisa banget untuk dibantu ekspornya. Yang penting, sebelum langganan Digiexport, pastikan dulu kamu memenuhi dua syaratnya:
Yuk, daftar Digiexport sekarang dengan klik banner di bawah ini!