Ikan kembung sempat dikabarkan memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI), bahkan mampu mengalahkan kandungan yang ada di dalam ikan salmon.

Ikan ini masuk ke dalam kelompok pelagis. Mereka biasa berenang di permukaan air laut, jadi mudah ditangkap nelayan. Memiliki ciri daging berwarna putih dan gurih, ikan kembung juga masih satu kerabat dengan makarel, tongkol, tuna, dan tenggiri. Selain itu, ikan ini juga masuk ke dalam kelompok ikan laut genus Rastrelliger, famili Scombridae.
Seperti apa penyajian ikan ini? Biasanya ikan ini dijual dalam keadaan segar, diolah menjadi pindang, atau ikan asin yang lebih tahan lama. Terkadang juga mereka dijadikan umpan ketika memancing cakalang. Dalam medis, ikan ini bermanfaat untuk mengatasi gangguan kesehatan jantung dan mata dengan pengolahan dan pembersihan yang tepat.
Di 100 gram ikan kembung, terdapat 125 kalori dengan rincian nutrisi seperti berikut:
Ikan ini juga mengandung asam lemak omega 3, zat besi, zinc, vitamin B1, B2, dan B12.

Sebab kandungan gizinya yang tinggi, ikan kembung dapat berguna dalam menjaga kesehatan. Seperti berikut ini:
Jumlah protein yang ada dalam ikan ini begitu melimpah sehingga bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin meningkatkan massa otot. Ikan ini juga memiliki kandungan nutrisi lain yakni karbohidrat, vitamin B12, lemak, dan zat besi yang bisa menjadi sumber energi. Kamu akan bisa kembali bertenaga setelah seharian beraktivitas jika mengonsumsi ikan ini. Misalnya, sesudah melakukan olahraga berat.
Manfaat lain ikan kembung yang berguna untuk tubuh adalah bisa menurunkan berat badan. Menambah makanan dengan ikan ini dapat menjadi menu diet yang pas untuk kamu coba. Kandungan protein yang tinggi bisa membantu kenyang dengan lebih lama. Jadi keinginan untuk makan terus-menerus bisa berkurang.
Ikan ini mengandung zat besi yang tinggi, jika diolah menjadi makanan, bisa membantu mencegah anemia. Kandungan itu sendiri berguna untuk membantu pembentukan sel darah merah sehingga tubuh bisa mendapatkan pasokan oksigen untuk beraktivitas.
Makanya, ikan ini juga disarankan untuk disantap ketika perempuan sedang menstruasi agar tubuh tidak kekurangan darah. Bisa juga untuk diimbangi dengan konsumsi makanan lainnya yang tinggi vitamin C seperti jambu biji, mangga, dan jeruk.
Ada dua jenis omega-3 yang terdapat di dalam nutrisi ikan kembung, yakni DHA dan EPA. Kandungan tersebut mampu membuat kecerdasan, kinerja otak, dan daya ingat anak menjadi optimal. Sehingga membantu mereka untuk lebih konsentrasi dalam proses belajarnya.
Terdapat jenis ikan lain yang juga sudah dikenal kaya akan kandungan tersebut, yakni salmon. Namun, kandungan DHA dan EPA yang ada dalam ikan ini lebih tinggi jika dibandingkan jenis ikan tersebut. Apalagi harganya juga lebih murah. Makanya banyak ahli gizi yang menyarankan ibu dengan buah hati yang masih dalam tahap MPASI menyajikan ikan ini sebagai salah satu asupan utama.
Ikan ini juga bisa membantu kamu dalam memelihara kesehatan tulang karena mengandung kalsium dan fosfor yang tinggi. Kedua kandungan itu jika digabungkan bisa menjaga kepadatan tulang. Makanya, ikan ini juga bisa mencegah osteoporosis, cedera patah tulang, dan peradangan sendi.

Makanan laut memang harus diolah dengan sangat bersih dan hati-hati. Kalau dimasak, dibersihkan, atau disimpan dengan tidak baik malah bisa bersifat racun dan menimbulkan reaksi yang tidak baik ke tubuh. Apalagi jika ikan ini disajikan untuk makanan anak-anak.
Berikut ini cara-cara mengolah ikan kembung yang tepat:
Disarankan untuk konsumsi sebanyak 2 porsi atau sama dengan 175 gram setiap minggunya. Jika kamu keracunan ikan ini, biasanya tubuh akan menunjukkan beberapa ciri seperti sesak napas, lidah bengkak, dan pandangan kabur.
Untuk MPASI, ikan kembung sudah bisa disajikan bagi anak yang berusia 6 bulan ke atas. WHO menyarankan untuk memberikan makanan yang kaya akan karbohidrat, protein, sayur, dan buah, dengan tekstur yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Ikan ini sendiri mudah kamu temukan di Indonesia. Harganya juga tergolong murah, yakni Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Lebih murah dari ikan salmon yang bisa mencapai Rp300 ribu per kilogram.
Untuk ekspor, Indonesia biasa menjualnya ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Cina, serta negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Menurut data pada 2020, Indonesia melakukan ekspor ikan jenis ini ke Thailand sebanyak 150 ton. Setara dengan Rp4,95 miliar.
Bahkan menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di tahun yang sama, Indonesia memegang posisi atas sebagai negara dengan ekspor produk ikan terbanyak di dunia.
Minat dunia atas ikan ini memang besar, kan? Enggak kalah, lho, sama ikan impor yang harganya mahal. Malah bisa menjadi lahan bisnis baru untuk kamu garap. Tertarik menjadi salah satu produsennya? Gabung di UPI sekarang, bisnis unit di bawah ExportHub.id (milik PT Usaha Dagang Indonesia) yang akan membantu kemudahan distribusi produkmu sampai ke tangan pembeli!
