Resesi sempat menjadi salah satu perbincangan hangat yang menakutkan di akhir 2022. Sebab, banyak pihak yang membahas hal tersebut dan menjadi prediksi yang akan hadir di 2023. Namun nyatanya, ketakutan tersebut tidak terjadi. Bukan berarti di 2024 tidak akan ada masalah berarti pada perekonomian, khususnya mengenai hubungan dagang internasional.

Ini adalah aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh dua negara yang berbeda. Hubungan dagang internasional juga bisa disebut dengan international trade dan sudah ada sejak abad pertengahan.
Dari hal tersebut, maka lahirlah 3 bentuk hubungan ekonomi, yakni:
Sedangkan, jika dilihat dari jumlah negara yang terlibat, hubungan antar negara itu bisa dibedakan menjadi 3 jenis:

Hubungan antar bangsa ini sebenarnya sudah dimulai sejak ribuan tahun lalu. Bagaimana sejarah singkatnya? Melansir dari american-trading.com, inilah beberapa peristiwa penting yang melibatkan perekonomian internasional.
Ini adalah jalur besar pertama yang menghubungkan bagian Barat dan Timur dunia. Selama lebih dari 2.000 tahun, Asia dan Eropa terhubung melalui Timur Tengah dalam lintas ini.
Jalur ini dimulai ketika Dinasti Han memperluas kekuasaannya di Asia Tengah. Hal tersebut membuat orang-orang di sana melakukan perjalanan dan memulai bisnisnya. Disebut sebagai Jalur Sutra, karena awalnya digunakan untuk mengangkut sutra dari Tiongkok ke Roma.
Perang yang dimulai di 1914 karena pembunuhan Archduke Franz Ferdinand di Sarajevo, menyebabkan semua kekuatan perang di Eropa ikut berperang pada dua pihak yang terlibat. Akhirnya, setelah 4 tahun berperang, Jerman menyerah di 11 November 1918.
Great Depression atau Depresi Hebat merupakan periode kehancuran ekonomi yang disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya, kelebihan produksi, persaingan antar perusahaan, rendahnya harga ekspor, dan mahalnya tarif barang impor.
Hal tersebutlah yang menyebabkan penurunan permintaan barang dan jasa, bahkan tingkat pengangguran mencapai 25% di beberapa negara seperti Kanada dan Amerika Serikat. Butuh beberapa tahun untuk membuat orang bisa membeli barang kembali karena mereka takut sewaktu-waktu akan kehilangan pekerjaan mereka.
Pasca Perang Dunia II, terdapat jumlah kenaikan terhadap hubungan dagang internasional yang melibatkan negara-negara yang tergabung dalam PBB sehingga menghasilkan lebih banyak perjanjian dagang bebas antar negara.
Periode ini juga menciptakan banyak Multinational Company (MNC) yang bisa menghasilkan banyak barang dengan harga murah karena skala ekonomi dan produksi yang besar. Perusahaan jenis ini dapat mengendalikan hubungan dagang global dan menjadi entitas yang kuat.
Alasan lainnya karena mereka memiliki pengaruh dalam keputusan politik dengan melobi pemerintah, menggunakan kekuasaan melalui iklan, bahkan membeli pesaing yang mengancam pasar.

Lalu, apa saja latar belakang yang menyebabkan terjadinya hubungan internasional ini? Ada dua alasan besar penyebab aktivitas ekonomi tersebut:
Jika suatu negara tidak bisa menyediakan kebutuhan yang diinginkan oleh rakyatnya, maka ia harus melakukan hubungan dagang dengan negara lain yang sanggup mencukupinya. Tentu saja ini dilakukan agar kebutuhan tersebut terpenuhi dan tidak adanya kekacauan. Selain itu, hal ini bisa menjadi sarana dalam melakukan perluasan target pasar dalam skala internasional.
Setiap negara pasti memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbeda. Salah satu penyebabnya bisa karena alasan letak geografis. Hal ini bisa menjadi alasan untuk melakukan jual beli atau kerja sama dengan negara lain yang memiliki SDA atau SDM yang sesuai.

Seperti yang kami tulis di atas, resesi sempat menjadi ancaman serius yang mengintai di 2023 lalu. Tapi nyatanya, Indonesia dan sebagian besar negara dunia berhasil melewatinya. Apakah artinya kita sudah bebas sepenuhnya dari masalah perekonomian?
Berikut kami rangkum beberapa prediksi mengenai ekonomi internasional yang melibatkan Indonesia.
Melansir dari laporan World Economic Outlook (WEO) oleh IMF di April 2023, ekonomi Indonesia sudah tumbuh sebanyak 5% dan terus meningkat sebanyak 5,1% dalam prediksi di 2024. Namun, pada laporannya di Oktober 2023, masih ada dampak ketidakjelasan global yang salah satu penyebabnya adalah kebijakan moneter Amerika Serikat. IMF tetap menilai bahwa Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan seperti tekanan inflasi, masalah geopolitik, maupun ketidakpastian global.
Dalam laporan bertajuk East Asia and The Pacific Economic Update yang terbit di Oktober 2023 lalu, lembaga ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,9%.
Pertumbuhan ekonomi yang lamban itu diprediksi akan disebabkan banyak hal, termasuk perlambatan ekonomi di Cina. Tahun politik 2024 juga memiliki pengaruh di dalamnya. Hal ini bisa menghambat investasi, terutama pada infrastruktur. Tapi, diperkirakan akan ada pertumbuhan di 2024 yang disebabkan oleh konsumsi swasta dan belanja publik akibat dari reformasi dan proyek baru pemerintah.
Lalu bagaimana dalam sektor ekspor? Tenang saja. Yang terpenting adalah para produsen mampu melakukan produksi komoditas terbaik agar pasar global tetap melirik hasil kerja ini sebagai hal yang pantas dibeli.
