Sustain living adalah bentuk kesadaran atau gerakan yang kini sudah semakin masif dilakukan orang. Mereka yang melakukannya beralasan ingin membuat bumi menjadi tempat tinggal yang lebih baik karena kerusakan alam yang sudah semakin besar. Upaya pemeliharaan ini bisa beragam jenis, bahkan bisa menciptakan peluang karier baru.

Melansir dari laman Inspire Clean Energy, sustain living adalah pilihan yang dibuat untuk mengurangi dampak lingkungan secara individu atau kolektif dengan melakukan perubahan positif.
Tindakannya beragam, tapi tujuan utamanya adalah mengimbangi kerusakan lingkungan. Bisa dengan memanfaatkan sumber daya bumi dengan lebih baik atau mengurangi jejak karbon.
11 Cara untuk Sustain Living
Mengutip dari laman Bioligical Diversity, ada 10 cara yang bisa ditempuh untuk menjalani hidup untuk lebih ramah lingkungan:

Kenapa kita harus repot-repot menyesuaikan gaya hidup untuk berubah menjadi sustain atau eco living? Bisa dikatakan ini adalah langkah untuk menunda kiamat. Kerusakan alam bisa diminimalisir, sehingga generasi selanjutnya bisa menikmati lingkungan dengan lebih baik.
Melansir dari laman Amartha, ada beberapa alasan penting kenapa kita harus menjaga lingkungan dengan eco living ini:

Perubahan gaya hidup ini juga bisa memberikan efek di aspek kehidupan lainnya. Salah satunya green economy. Mengutip dari laman Enel X, ini adalah sebuah model ekonomi yang fokus pada kesejahteraan sosial dan mengurangi kerusakan lingkungan, sehingga bisa menjaga ekologi dan meraih profit sekaligus.
Untuk melakukan ekonomi yang berkelanjutan, dibutuhkan dukungan dari pihak negara, swasta, dan publik untuk menciptakan infrastruktur yang mendorong keberhasilannya.
Dalam melaksanakannya, ada 5 prinsip green economy, ini adalah penjelasannya dari laman Green Economy Coalition:

Seiring dengan munculnya green economy akibat dari sustain living, kelamaan timbul peluang lain, yakni green jobs. Ini adalah jenis pekerjaan baru. Mengutip dari International Labour Organization yang ada di laman Coaction Indonesia, ini adalah lambang dari perekonomian masyarakat yang lebih ramah lingkungan untuk generasi sekarang maupun yang akan datang. Ini juga bisa menjadi bisnis baru yang paling menjanjikan di abad ini. Bahkan potensinya bisa mencapai ribuan miliar dolar.
Jenis pekerjaannya bisa beragam. Menurut laman Zero Waste Indonesia, berikut ini adalah beberapa jenis profesi yang masuk ke dalam green jobs:
Seperti yang kami sudah tulis sebelumnya bahwa jenis karier ini bisa menjadi peluang besar di abad 21, karena prediksi permintaannya akan terus meningkat. Jadi bisa membuat pekerjaan baru yang menjanjikan bahkan di semua lini bisnis, termasuk ekspor.
Untuk bisa masuk ke dalam industri yang tercipta dari sustain living tersebut, tentunya diperlukan skill yang memadai untuk kualifikasinya. Untung saja sekarang sudah ada lembaga pelatihan yang bisa memberikan kelas green jobs ini.
Salah satunya adalah LPK GeTI Inkubator yang bernaung di bawah ExportHub.id (milik PT Usaha Dagang Indonesia) yang menyediakan pelatihan dan kelas yang memadai tentang green jobs. Dibuat dengan kurikulum yang disusun sesuai, juga dengan pengajar yang ekspert dalam bidang ini. Akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. Daftar segera!
