Laporan keuangan seringkali dianggap sepele. Banyak yang menganggap ini hanya perlu dievaluasi dan disimak lebih lanjut jika dalam perusahaan besar saja. Bahkan yang lebih buruk, menganggap ini hanya perlu dianggap serius oleh para pihak yang bersangkutan saja. Padahal, ini bisa menjadi salah satu pengetahuan umum yang dipahami oleh setiap orang.

Melansir dari laman Net Suite, ini adalah proses untuk mengkomunikasikan informasi keuangan yang bisa berfungsi untuk internal dan eksternal. Biasanya memiliki standar akuntansi dan pelaporan.
Keduanya akan terlihat berbeda karena untuk tujuan internal dan eksternal juga punya maksud yang tidak sama. Berikut penjelasan singkatnya:
Hal ini dibuat untuk pihak luar perusahaan. Bisa lembaga legislator, otoritas pajak, investor, mitra dagang, dan pemberi pinjaman. Makanya seringkali laporan untuk bagian ini punya standar yang lebih ketat.
Laporan untuk pihak internal biasanya bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan oleh tim manajemen. Maka dari itu biasanya disesuaikan dengan kebutuhan informatif mengenai tujuan bisnis yang lebih spesifik.

Dalam pembuatan laporan ini, diperlukan beberapa hal spesifik yang harus ada di dalamnya. Berikut ini merupakan poin-poin penting yang wajib masuk di dalamnya:

Laporan keuangan juga punya beragam jenis. Umumnya terbagi menjadi 4, mengutip dari laman Northone, ini dia penjelasannya:
Ini juga biasa disebut dengan laporan untung rugi yang merangkum pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian perusahaan dalam beberapa periode tertentu. Dasarnya untuk menunjukkan berapa banyak keuntungan dan kerugian yang didapat perusahaan, hingga akhirnya menentukan laba bersih dari perusahaan atau bottom line.
Laporan ini dapat menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada masa tertentu. Jenis ini dapat menggambarkan posisi keuangan bisnis dan menilai kemampuannya dalam memenuhi kewajiban finansialnya.
Jenis ini merupakan laporan keuangan soal perubahan laba ditahan dalam perusahaan dalam periode tertentu. Laba yang dimaksud adalah bagian dari keuntungan yang tidak dibagikan sebagai dividen pada pemegang saham, jadi diinvestasikan dalam bisnis.
Laporan ini penting karena bisa menunjukkan laba ditahan di perusahaan yang bisa berubah dalam waktu ke waktu. Dapat memberi info tentang kinerja keuangan dan kemampuannya dalam menghasilkan untung dan bisa berinvestasi kembali dalam bisnis.
Merupakan jenis laporan yang bisa menunjukkan jumlah uang yang masuk dan keluar dari bisnis dalam waktu tertentu. Ini dapat memberikan gambaran kepada para pemangku kebijakan soal bagaimana perusahaan dapat menjalankan aktivitas operasional dan mengelola kas untuk membiayai pengeluaran, investasi di masa depan, dan mengelola kas.

Ada alasan kenapa laporan ini begitu penting. Bahkan menyangkut hal-hal vital dalam bisnis dan perusahaan. Mengutip dari laman Osome, ini dia penjelasannya:
Hal ini bisa mencakup transparansi untuk membangun kepercayaan, mencegah sanksi berupa denda bahkan penghapusan dari busa saham, dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan, serta kemampuan untuk berkontribusi pada pasar keuangan yang sehat.
Laporan ini bisa memungkinkan dilakukannya analisis keuangan yang lebih sehat. Termasuk di dalamnya seperti penilaian kesehatan keuangan, membuat analisis yang kooperatif, menyumbang dalam keputusan investasi bagi pada investor.

Mungkin di antara kamu masih ada yang kesulitan membuat laporan ini. Kami sudah merangkum beberapa tips yang bisa kamu contek dari laman Expensify:
Jangan lupa untuk mengumpulkan semua data keuangan, mulai dari faktur penjualan, kwitansi, laporan bank, dan laporan pengeluaran. Hal ini dapat memberikan gambaran soal kondisi keuangan bisnis.
Setelah semuanya terkumpul, kamu bisa mengelompokkan dan menyortirnya. Bisa dipisahkan dalam bagian pendapatan, beban, kewajiban, dan aset. Ini bisa mempermudah kamu dalam menyusun laporan.
Ketika semuanya sudah terkumpul dan disortir, kamu bisa langsung menyusun laporannya. Pembuatan ini melibatkan 3 laporan utama: laporan laba rugi, neraca, serta laporan arus kas.
Akurat adalah hal penting dalam setiap pembuatan laporan keuangan. Jangan lupa untuk selalu tinjau dan sesuaikan semua data, bandingkan dengan laporan bank dan dokumen eksternal. Jangan sampai terlewat untuk melakukan perhitungan ulang, pastikan pendapatannya sudah benar dan sesuai.
Mungkin pembahasan soal ini terdengar rumit. Padahal hal ini bisa disederhanakan. Yang perlu diingat, pembuatan laporan tersebut tidak perlu harus selalu untuk kepentingan bisnis saja, tapi juga bisa dilakukan untuk memantau keuangan pribadi. Kamu bisa mengontrol pengeluaran dan memantaunya dengan lebih baik jika melakukannya secara rutin.
Namun jika kamu masih merasa kesulitan dalam membuatnya, tidak ada salahnya mengikuti pelatihan yang membahas soal ini. Seperti salah satunya kelas yang disediakan oleh LPK GeTI Inkubator, yang merupakan salah satu bisnis unit dari ExportHub.id, milik PT Usaha Dagang Indonesia.
Lembaga ini sudah menyediakan puluhan kelas dengan topik yang beragam. Pesertanya saja sudah lebih dari ratusan ribu. Kurikulum dan pengajarnya sudah disesuaikan dengan ragam kebutuhan industri, lho!
Daftar segera, langsung klik gambar di bawah!
