Tangerang, 4 Juni 2026 — ExportHub.id membantu UMKM masuk pasar ekspor global melalui pendekatan digital yang lebih terarah, praktis, dan mudah dipahami pelaku usaha.
Pasar ekspor memberi peluang besar bagi UMKM Indonesia. Namun, prosesnya tidak sesederhana menjual produk di pasar lokal. Pelaku usaha perlu memahami kesiapan produk, dokumen, regulasi, strategi promosi, hingga cara menjangkau pembeli luar negeri.
ExportHub.id hadir sebagai platform ekspor digital yang dirancang untuk membantu UMKM Indonesia menembus pasar internasional secara lebih terstruktur. Pendekatan ini penting karena banyak pelaku usaha memiliki produk potensial, tetapi belum memahami alur ekspor secara utuh.
Baca juga: ExportHub.id Jadi Solusi UMKM Mulai Bisnis Ekspor
Ekspor Butuh Persiapan yang Rapi
UMKM tidak cukup hanya memiliki produk bagus. Mereka juga perlu memastikan standar kualitas, kapasitas produksi, legalitas usaha, kemasan, harga, dan kesiapan komunikasi dengan calon pembeli.
Kementerian Perdagangan mencatat program UMKM BISA Ekspor pada 2025 menghasilkan 662 business matching. Program tersebut mencakup 399 presentasi bisnis dan 223 pertemuan dengan buyer. Data ini menunjukkan bahwa akses pasar global bisa dibuka lewat pendampingan yang terarah.
Selain itu, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan Kemendag menjalankan Export Coaching Program. Program ini mendampingi pelaku usaha berorientasi ekspor melalui tujuh tahapan selama sekitar 8–10 bulan agar mampu melakukan ekspor secara mandiri.
Digitalisasi Buka Akses Global
Melalui platform digital, UMKM dapat mempelajari peluang pasar, memperbaiki strategi produk, dan menyiapkan proses ekspor dengan lebih sistematis. Karena itu, digitalisasi bukan sekadar soal promosi online. Digitalisasi juga membantu pelaku usaha membaca kebutuhan pasar dan menyusun langkah bisnis yang lebih realistis.
Baca juga: ExportHub.id Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Dunia
ExportHub.id dapat menjadi bagian dari ekosistem pendukung UMKM yang ingin naik kelas. Dengan informasi yang jelas dan pendekatan yang praktis, pelaku usaha dapat memahami proses ekspor tanpa merasa tersesat sejak awal.
Ke depan, UMKM membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap edukasi, pendampingan, dan jaringan pasar. Jika proses ini berjalan konsisten, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar global.
















