Scroll Top

Ekspor Singkong Jadi Penyokong Ekonomi Negeri

Dari sekian komoditas pertanian, singkong merupakan salah satu alternatif yang umum diolah menjadi beragam jenis produk makanan bernilai jual tinggi. Itu sebabnya ekspor singkong ke mancanegara makin kinclong.

Terlebih, singkong secara alami tidak mengandung gluten (jenis protein yang biasa ada di dalam bahan gandum atau terigu). Karenanya, singkong bermanfaat terutama bagi penderita intoleransi gluten dengan kandungan gizi yang cukup baik. 

Mengutip Staf Direktorat Eropa II Kementerian Luar Negeri, Adelina Nur Rahmasari, diet bebas gluten cukup lama ada di Eropa, seiring berkembangnya tren hidup sehat. Biasanya, produk bakeri yang menggunakan tepung terigu sebagai bahan utamanya, seperti roti, kue, wafer, pretzel, hingga kukis.

Itu tahun 2020. Di tahun 2021, singkong lokal unggulan Indonesia tidak lagi merambah Eropa saja, tetapi juga Amerika Serikat. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita, menyebutkan bahwa produk singkong beku menjadi salah satu yang sudah merambah pasar global. Singkong tersebut kemudian menjadi produk camilan premium di berbagai negara. 

“Seperti yang kita ketahui, bahwa pasar global menginginkan produk berkualitas yakni singkong yang berwarna putih, rasanya enak, tidak pahit dan dengan kandungan sianida yang rendah, serta fresh pada saat diterima,” kata Reni. 

Mencengangkannya Nilai Ekspor Singkong

Mencengangkannya Nilai Ekspor Singkong
Sumber: Pixabay/TOMCHIPONGE

Ekspor singkong beku dari Indonesia cukup menggembirakan. Pada tahun 2020 Indonesia telah mengekspor singkong beku sebanyak 16.529 ton dengan nilai US$9,7 juta atau setara dengan Rp137 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan 135 persen dari tahun 2019 yakni sebesar 4.829 ton dengan nilai US$4,1 juta atau Rp58 miliar. 

Melihat potensi komoditas umbi lokal tersebut, pemerintah terus mendukung pengembangan UMKM khususnya pengolahan komoditas umbi-umbian seperti singkong.  

“Indonesia juga mengekspor olahan singkong dalam bentuk lainnya, seperti keripik singkong dan pati ubi kayu. Tidak hanya itu, UMKM juga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas singkong menjadi tepung mocaf (modified cassava flour) sebagai bahan baku dalam industri pangan lainnya,” tambahnya. 

Tepung mocaf atau tepung ubi kayu adalah alternatif subtitusi tepung terigu. Selain itu, berdasarkan taraf karakteristiknya, tepung mocaf juga sesuai dengan konsumen yang mencari makanan bebas gluten.

“Kami sangat mendukung berbagai inovasi pangan oleh IKM yang dapat mendukung bahan baku lokal dan memiliki kebaruan manfaat untuk menghadapi tantangan pasar global,” tandasnya. 

UKM/IKM Indonesia, punya produk singkong? Ini saatnya menyokong perekonomian bangsa lewat singkong. Mari bergabung bersama orkestra kami di registration.exporthub.id sekarang! [*] AS/ExportHub.id 

Leave a comment